Showing posts with label Just Sharing. Show all posts
Showing posts with label Just Sharing. Show all posts

Tuesday, September 2, 2014

Another Solitude

Saya kena cacar air!

Mungkin ini bukan berita besar yg layak jadi headline.
Tapi ini peristiwa besar untuk saya karena si cacar yang centil ini menyebabkan saya, beberapa waktu lalu, selama beberapa hari terkena demam tinggi sehingga saya harus rawat inap di rumah sakit.  Dan karena ini merupakan salah satu penyakit yang gampang menular, saya ditempatkan diruang isolasi.  Serta karena beberapa alasan, saya tidak ditemani oleh siapapun selama rawat inap.  Saya benar-benar sendiri. Ya kecuali sesekali dokter berkunjung dan suster datang untuk memeriksa infus dan kondisi saya.  Selebihnya saya benar-benar sendiri.
Ada banyak hal yang saya nikmati dengan kesendirian saya kali ini

#1  Saya menikmati setiap detik dialog saya dengan Tuhan.  Kesendirian yang tidak sejam dua jam dalam sehari ini membuat saya punya banyak waktu untuk berdialog dengan-Nya. Terasa sangat dekat dan intens serta saya bebas berekspresi.  Betapa saya merasa sangat disayangi oleh-Nya dan ditemani oleh-Nya.  Tuhan sangat menyayangi saya dengan menegur saya melalui sakit ini.  Belum pernah saya merasakan pengalaman spiritual seperti ini setelah Umroh saya beberapa tahun yang lalu. Untuk beberapa hal, ada pengalaman spiritual yang berbeda yang saya alami kali ini yang saya susah ungkapkan.

#2 Saya jadi bisa lebih peka dengan lingkungan sekitar saya.  Please jangan kaitkan hal ini dengan hal-hal yang mistis dan dunia lain.  Dengan sendiri dan terus terang karena suasana rumah sakit yang sepi, saya bisa mendengarkan suara alam.  Suara angin di malam hari, suara burung-burung yang terbang riang di pagi hari, suara jarum jam dinding berdetak dan bahkan saya bisa mendengarkan dan merasakan jantung saya berdetak.  Hahaha Anda tidak merasa horror saat membaca ini :).  Now I believe, in silence, when there are no words, no language, nobody else present, you are getting in tune with existence.

#3 Saya menikmati setiap detik monolog saya dengan diri saya.  Merenungi apa yang sudah saya jalani dan alami.  Mengevaluasi dan mensyukuri apapun yang sudah saya lalui.  Sekali lagi saya semakin mencintai Tuhan dan merasakan kasih-Nya.  Monolog kali ini lebih dasyat dari monolog yang saya lakukan di belasan malam ulang tahun saya.  

#4 Saya jadi lebih menghargai keberadaan orang-orang yang ada disekitar saya.  Kesendirian kali ini membuktikan kepada saya bahwa saya bukan ANTISOSIAL.  Alhamdulillah.  Saya ternyata masih makhluk sosial :).  Saya tidak bisa hidup dan hanya berkomunikasi serta berinteraksi via tv, radio, social media, sms, bbm ataupun whatsapp!  Saya butuh 'kehadiran'.  Betapa senangnya saya saat dikunjungi oleh dokter Markus, dokter jaga kesayangan saya yang tidak hanya ganteng (Info penting!-red)  tapi juga dia satu-satunya dokter jaga yang ngga 'geli' dengan si cacar centil yang narsis di muka saya plus ramah dan sabar.  Juga betapa senangnya saya saat Suster Vita, suster yang mirip Candy-candy, ceria, kepo-an dengan apa yang saya lakukan dan selalu mengajak saya bercanda untuk menghibur saya.  DAN betapa saya ingin menangis saking terharu saat my person menelpon saya mengobrol lama dengan saya, dilanjutkan telepon dari seorang sahabat, lalu kedatangan 2 orang sahabat yang 'nekad' datang menengok walaupun sudah saya larang.  Hiks love you all...

#5 Last but not least,  Saya belajar banyak hal didalam kesendirian kali ini.  Salah satunya adalah Tuhan 'meminjam' sebentar kenikmatan yang selama ini sering saya lalaikan untuk membuat saya sadar betapa tanpa kenikmatan itu saya bukanlah apa-apa, bukanlah siapa-siapa.

Dear Blogger,  jika ditanya apakah saya mau menikmati kesendirian seperti ini lagi.  Jawabannya tentu TIDAK!.  Mudah-mudahan tidak dengan kondisi seperti itu lagi :).

Sometimes we just need to be quite and listen to the sound of silence.  Drown out the voices of the outside world.  Close your eyes.  In silence, we listen to ourselves, and in the quietude, we may even hear the voice of God.


Friday, June 27, 2014

A mug of coffee

Beberapa waktu yang lalu saya hangout dengan salah seorang sahabat.  Kami menemukan sebuah toko yang menjual kopi instan dan green tea instan.  Saya kesenengan karena ada macam-macam kopi.  Sahabat saya ini bilang dia ga suka kopi karena pahit.  Saya tertawa dan bilang kalau kopi itu ya emang pahit kalau ga pahit ya bukan kopi namanya.

Kopi itu kenapa ya walaupun pahit tapi tetap saya minum.
Walaupun hitam dan warnanya ga ada cakep-cakepnya aka tidak menarik tapi tetap saya minum.
Jawabannya karena saya suka dan saya adalah seorang penikmat kopi.

Saya bisa menikmati kopi dalam rupa apapun. Mulai dari secangkir kopi tubruk berwarna hitam pekat tanpa gula hingga kopi modern seperti kopi yang dijual di starbuck, saya tetap suka!

Lalu terpikir oleh saya, hidup juga mirip seperti secangkir kopi. Kadang bisa hitam pekat dan pahit seperti kopi tubruk tanpa gula. Kadang manis, hangat dan 'indah' seperti kopi yang dijual di cafe-cafe mahal. Jika kita pecinta kopi maka seharusnya kita tetap bisa menikmatinya pahit atau manis dan apapun penampilannya karena itu kopi.

Sebagian pecinta kopi menyebutkan kalau taste kopi tergantung jenisnya, asalnya, dan cara pengolahannya. Oke, saya juga setuju. Tapi menurut saya, taste itu hanya sebatas panca indera yaitu indera pengecap dan pembau yang menikmatinya.  Jika sang peminum kopi menikmatinya itu semua terasa sama. Toh setelah dia masuk dalam tubuh akan sama saja efeknya. Nah ini sama juga dengan hidup, mau kita kaya, rupawan, pintar dan luar biasa, semuanya tak ada artinya jika kita tidak 'menikmati'nya dan tidak bahagia.

Bagi saya secangkir kopi tubruk hasil 'pampasan perang' di pos satpam di pagi hari sama nikmatnya dengan segelas kopi starbuck. Saya merasa cukup dengan itu dan benar-benar bisa make my day. Kalaupun di suatu pagi, saya mendapat kesempatan minum starbuck ya its ok for me.

Dear blogger, inti tulisan saya ini sebenarnya hanya sederhana kok walaupun tulisan diatas ngelantur kemana-mana. Hahahaha. Intinya adalah nikmati hidup Anda! Bahagia lah dengan hidup Anda saat ini. Bukan berarti kita hanya berpuas diri lalu pasif. Tapi tetaplah berusaha, jika inilah hasilnya tetap nikmati dan berbahagia. Hidup terkadang terasa 'pahit' karena itulah yg kita rasakan, jika kita nikmati rasa pahit itu tidak akan terasa.  Kita adalah barista untuk meracik hidup yang kita inginkan, namun jangan lupa kita juga yang jadi penikmatnya.

So enjoy your life and live your life!

Friday, June 6, 2014

The Best Plan

Sometimes I don't understand God's plans. But I do believe God is always with me and has better, even greatest plans. Because God can see the whole trip while we can only see a little way down the road.

Keep the faith, keep fighting, and give your best effort. Lets God do the rest.

#justmythought

Sunday, May 18, 2014

Being Alone or Being Lonely?

I try my best to be a good person. I am not the perfect one and never will be.  I realize I am a moody person, specially in the morning, who definitely not a good company at my bad mood. BUT I always try to be a good person for my persons when I know that they need me.

Yeah I know I can't put my expectation too high and I know I can't expect anything from anyone, especially You, one of my persons. BUT it is really hurt when I realize that my existence is meaningless and still made You feel alone.

Dear You, I think I'll 'hibernate' for a while to give You space to re-thinking about who am I to You. And to give my self a time to calming down the heat in my brain and to wipe these unfriendly tears.

#edisiPMS?

Sunday, May 19, 2013

Bandara


Bandara itu seperti laboratorium kimia. Saya analogikan seperti itu karena bandara itu seperti tempat pertemuan banyak senyawa rasa yang menghasilkan berbagai rupa reaksi tergantung komposisi campuran senyawanya yang bisa saya amati secara bebas.

Di terminal keberangkatan, ada rasa sedih karena perpisahan yang reaksi harunya akan sangat tergantung kepada seberapa kuat hubungan antara orang-orang yang akan berpisah, seberapa lama mereka akan berpisah dan seberapa banyak rasa sedih tertuang yang juga sangat bergantung kepada seberapa banyak orang yang mengantar. 

Di terminal kedatangan, ada rasa senang karena akhirnya bertemu kembali.  Perpaduan rasa ini menghasilkan reaksi bahagia dan terkadang reaksi haru.  Dan dasyatnya hasil reaksi itu akan sangat bergantung pada hal-hal yang kurang lebih sama dengan di terminal keberangkatan.

Untuk seorang loner traveler seperti saya :), reaksi kimia seperti itu hanya akan terjadi pada saat saya menempuh perjalanan hati untuk menemui dan meninggalkan orang-orang terkasih saya.  Saat bepergian sendiri untuk tugas kantor dan berpetualang, itu adalah waktu saya untuk menjadi observer untuk mengamati reaksi senyawa rasa itu.  Merasa ikut senang dan merasakan rasa haru saat terjadi perpisahan.  Dan reaksi senyawa rasa itu menginspirasi saya untuk menuangkan dalam tulisan-tulisan dan puisi-puisi saya.

Bandara juga identik dengan tempat persinggahan, entah sifatnya sementara ataupun permanen.  Untuk seorang petualang, bandara adalah tempat persinggahan sementara sebelum ke tempat tujuan lainnya.  Untuk seorang penempuh perjalanan hati ;), bandara bisa jadi adalah tempat persinggahan terakhir sebelum menetap secara permanen disuatu tempat bersama 'hati'nya :).

Nah kayaknya ini adalah sedikit dari apa yang saya rasakan tentang bandara.  Kali ini saya menuliskan tentang bandara karena seperti biasa saya sedang mengisi waktu luang saya menunggu kamu, si bandara tempat random feeling saya bersenyawa, tapi saya belum tahu apakah kamu itu persinggahan sementara atau permanen saya ;).    Karena sebentar lagi laptop saya mati dan saya lupa bawa charger, see you blogger.

Monday, May 6, 2013

Menunggu...

Kegiatan yang paling yang saya tidak suka adalah menunggu.  Makanya saya sebisa mungkin memenuhi janji ketemuan dengan orang ataupun jadwal apapun se'mepet' mungkin sehingga saya tidak perlu menunggu.  Jadi misalnya kalau janjian bertemu jam 10 pagi, saya akan perkirakan waktu tempuh ke tempat pertemuan dengan pertimbangan moda transportasi yang akan saya gunakan maka saya akan berangkat dari rumah jam 9.00 pagi.  Hmm kalau hari libur atau weekend sih hal ini masih memungkinkan terpenuhi sesuai rencana saya, tapi jangan terlalu berharap ini akan terjadi di workday.  Jakarta gitu lho.  Susah diprediksi.  Jadi untuk workdays, saya membuat pengecualian.

Nah kembali ke topik awal yaitu terkait kegiatan menunggu yang tidak saya sukai. Menurut saya, kegiatan yang satu ini sungguh membosankan.  Tapi itu pemikiran saya dulu.  Saya berpikir keras (lebay mode on), bagaimana caranya supaya saya tidak bosan dan diantara waktu menunggu tersebut.  Akhirnya saya menemukan kegiatan yang saya sukai, yaitu mendengar musik sambil membaca atau menulis.

Dulu must bring items saya adalah buku (biasanya tipis), mp3 player, dan notes kecil beserta pulpen. hehehe so oldies ya.  Hmm sekarang sih saya tidak serempong itu.  Berkat teknologi, saya cukup bawa my lovely Wondie dan saya sudah bisa melakukan tiga aktivitas itu ketika saya harus menunggu.

Tapi pernah lho, karena saya lupa nge-charge my lovely Wondie akhirnya saya harus menunggu di ruang tunggu kantor Imigrasi tanpa melakukan aktivitas mendengar musik, membaca ataupun menulis. Sepuluh menit terasa sungguh menyiksa.  Saya mulai gelisah.  Dua puluh menit berlalu dan saya masih harus menunggu.  Saya mulai kesal sendiri. Tiga puluh menit berlalu dan kesabaran saya mulai hilang.  Mulai mengetuk-ngetuk ataupun menggoyang-goyangkan kaki tanda kebosanan dan mulai berdecak plus menggerutu.  Untuk orang-orang sekitar saya yang melihat saya, pasti tingkah saya sungguh menyebalkan (karena saya juga sebal melihat orang-orang kayak gini). But what can I do. No books, No Music, No Note & Pen.  Gak mungkin kan saya tiba-tiba menyanyi sendiri untuk menciptakan musik, bisa-bisa saya makin disangka orang stress. So what I do next?

Saya ingat ajaran kalau kita sedang marah, untuk meredakan amarah kita bisa pejamkan mata kita, menarik nafas dalam dan menghelanya perlahan.  Hmm mungkin ini bisa saya terapkan untuk meredakan kegelisahan dan kebosanan saya.  Sayapun menerapkannya. Dan tebak apa yang kemudian terjadi saat saya membuka mata?  Saya melihat yang tidak saya lihat sebelumnya. Ada banyak 'keindahan' yang saya lihat.  Ada seorang anak kecil lucu yang sedang asyik bermain dengan karet-karet dijarinya.  Ada sepasang kakek-neneng yang sedang sayang-sayangan, terlihat lucu untuk usia mereka tetapi sungguh membuat iri ;p. Ada satpam yang bertampang galak tapi ternyata langsung berubah begitu seorang anak kecil 'mengganggu'nya.  Aaah ada banyak hal yang menakjubkan terjadi disekitar saya saat saya menghabiskan waktu dengan kesal dan menggerutu.

Sekarang saya tidak terlalu menggantungkan 'hidup' saya kepada gadget, buku, mp3 player ataupun notes saat saya menunggu.  Saya gunakan mereka seperlunya saja.  Saya lebih sering menikmati dengan menikmati situasi sekeliling saya, pemandangan disekitar saya dan musik 'alam' yang ada bahkan walaupun itu adalah bunyi klakson yang silih berganti menandakan ketidaksabaran orang-orang Jakarta. Ada banyak hal baru yang lucu, menarik, dan menginspirasi saat saya dapatkan saat saya menikmati waktu menunggu.

Nah sekarang, sambil menanti kamu dengan sabar, saya memutuskan menikmatinya dengan menulis tulisan ini, mendengarkan sederet lagu Glenn Fredly, sambil duduk di pojokan sebuah kafe kopi di sebuah mall dan tak lupa menikmati dunia yang berputar disekitar saya.  Tulisan ini pun selesai dalam waktu 1 jam 30 menit dan saya pun lihat kamu datang.

Ok blogger, see you in the next article.

Saturday, April 6, 2013

Stop Using the Word AUTISM in daily jokes!

Hari ini pagi-pagi (jam 6 pagi termasuk pagi banget kalau hari Sabtu ;p), saya sudah nyatronin Monas.  Pagi ini saya bersama teman-teman saya akan bergabung di kegiatan 'Walk for Autism' yang diadakan oleh Yayasan Autisma Indonesia.  Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka bulan kepedulian Autisme yang jatuh setiap bulan April.

Hingga beberapa tahun yang lalu, saya adalah orang yang awam terhadap autisme.  Hingga akhirnya pada tahun 2011 lalu, saya bersama teman-teman saya di Scream Team menyelenggarakan aktivitas peduli tahunan dan tahun itu kami memutuskan Rumah Autis sebagai target kegiatan kami.  Saya waktu itu bertugas untuk membuat banner dan pin untuk kegiatan kami.  Dalam proses pembuatan banner itulah saya belajar tentang autisme.

Setiap tahunnya jumlah anak autis meningkat, walaupun belum ada yang merilis berapa peningkatan tiap tahunnya.  Sama halnya dengan belum ada yang bisa memastikan apakah penyebabnya oleh sebab itu autisme di simbolkan dengan puzzle, karena masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.  

Autis bukanlah penyakit, karena tidak menular dan menyebut dengan kata sembuh tidaklah tepat. Dengan penanganan yang memadai, penyandang autis bisa mandiri dan keunikan mereka itu bisa diminimalisir.  Untuk mensosialisasikan hal-hal terkait autis inilah setiap tanggal 2 April di seluruh dunia diperingati sebagai 'Autism Awareness Day'.

Di kegiatan 'Walk for Autism' tahun ini, selain kegiatan Fun Walk, para adik-adik autis menunjukkan keistimewaan mereka mulai dari menggambar hingga menyanyi. Ini beberapa foto hasil 'kerinduan' saya akan menjepret.  Selamat menikmati....


Ada Junas yang menjadi penyanyi favorit saya tadi pagi...Dia nyanyi lagu "Let it Be" sambil main gitar...Kamu luar biasa banget..

Ada Juan, Fadhil, Lukman dan Faisal yang jago menggambar

Dengan kesabaran dan kasih sayang tanpa batas, saya salut dengan para orang tua mereka yang LUAR BIASA


Payung-payung cantik yg dikreasikan untuk Walk for Autism 6 April ini


Oh iya sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin bertanya kepada teman-teman pembaca.  Pernah ngga dalam sebuah situasi melihat seorang teman 'asyik' dengan gadget-nya lalu kita berkomentar "Duh dasar autis".  Please STOP using the word AUTISM in daily comment like that! Autisme bukan suatu perumpamaan dan juga bukan bahan candaan....

Semoga berkenan...

Sunday, March 10, 2013

Insomnia

Sudah beberapa waktu ini saya terserang insomnia.  Baru bisa memejamkan mata jika satpam yang sedang berkeliling memukul tiang listrik sebanyak 2 kali sebagai tanda waktu sudah menunjukkan pukul 2.00 dini hari. *whew*. Dampak insomnia yang lumayan parah ini menyebabkan mood saya seringkali naik turun dan sudah pasti menyebabkan sering ngantuk di siang hari.  Ini gak bisa dibiarin.  Browsing dan browsing cara efektif untuk menanggulangi si insomnia ini. Nemu deh tips dibawah ini, yang katanya bisa membuat tidur lelap dan nyaman: 

  1. Tempat dan waktu yang sama; Terapis Chip Coffey mengatakan sebuah rutinitas perlu untuk memulai tidur. Maksudnya seperti bangun di waktu yang sama, meskipun di akhir pekan. Tidur di jam yang sama setiap malam. “Jika punya undangan pesta, datang dan nikmatilah. Setelah itu, segeralah pulang dan tidur,” kata Coffey. 
  2. Latihan dan berolahraga; Teratur berolahraga menjadi kunci sukses tidur nyenyak. Covvey yang bekerja di Pusat Kesehatan St Luke di Phoenix, Amerika Serikat, mengatakan olahraga dapat dilakukan di pagi atau malam hari. “Tapi di malam hari, hindarkan latihan berat dan intens. Lakukan latihan seperti yoga dan peregangan,” katanya. 
  3. Hindari kafein; Tak selamanya secangkir kopi dapat membangunkan Anda di pagi hari dan bersemangat sepanjang hari. Bila ingin ‘ngopi’, minumlah minuman itu di tengah siang. Setelah itu, hindarilah minum kopi setelah pukul 04.00 sore.” 
  4. Tidur sejenak seperti kucing; Tak perlu merasa berdosa bila mengantuk dan tidur di siang bolong, terutama di tempat kerja. Adopsilah filosofi kucing saat tidur, yaitu terlelap sejenak, setidaknya 15 hingga 20 menit di sore hari. 
  5. Bersantai; Lakukan kegiatan santai beberapa saat sebelum kepala menyentuh bantal, seperti membaca buku. Tapi hindari membaca buku bertema berat atau ada hubungannya dengan pekerjaan. Anda dapat membaca novel. 
  6. Mengeringkan tubuh; Untuk membantu mengurangi kemungkinan tidur yang terganggu, hindari minum cairan dua jam sebelum tidur. Sehingga potensi Anda ke kamar kecil pun menjadi lebih sedikit. 
  7. Hindarkan mabuk; Alkohol membuat Anda mabuk. Bahkan, Anda seolang pingsan dan terhanyut dalam lelap namun tak alami. Minum alkohol sebelum tidur membuat Anda lebih cepat terlelap. Tapi kuantitas tidur jadi terganggu karena Anda akan sering bangun di malam hari. 
  8. Melatonin alami; Anda dapat membeli obat hormon atau melatonin di apotek. Fungsinya mengembalikan jam tidur biologis Anda. Tapi Anda dapat dengan mudah mendapatkan versi alaminya. Yaitu tidur di sebuah ruang kosong dan matikan lampunya. Selain itu, satu jam sinar matahari di siang hari menyebabkan reaksi biokimia membantu produksi melatonin dalam tubuh secara alami.
  9. Merasa nyaman; Ciptakan lingkungan di sekitar tempat tidur Anda dengan nyaman dan bersih. Pastikan sarung dan seprai kasur Anda nyaman sebagai tempat tidur. “Cucilah perlengkapan tidur dengan teratur. Bila bantal sudah berusia lebih dua tahun, sudah saatnya Anda menggantinya dengan yang baru,” kata  Lauri Leadley, presiden Sleep Center Phoenix. 
  10. Jadikan kamar tidur hanya sebagai tempat tidur; Kamar tidur hanya berfungsi sebagai tempat tidur. Jangan melakukan aktivitas lain seperti bekerja, menyalakan laptop, atau menonton TV. “Itu berarti hanya tidur dan kegiatan seks di ruangan tersebut,” tambah Leadley. 
  11. Diet; Apapun yang Anda makan jadi penentu kualitas tidur. Leadley merekomendasikan makanan yang mengandung melatonin alami seperti buah ceri, pisang, dan ikan. Makanan-makanan kaya Vitamin B6 itu menjadi kunci penting produksi hormon berkaitan dengan tidur. Leadley pun menyarankan mengonsumsi susu dan sayuran hijau yang mengandung banyak kalsium. Biji-bijian yang kaya magnesium pun meningkatkan kualitas tidur. 
Sumber: Ehow

Thursday, January 24, 2013

My January' Theme Song :)

Nidji - Rahasia Hati (OST 5cm)

Ku coba merangkai kata cinta
Walaupun ku bukanlah pujangga
Yang bisa tuliskan kata-kata yang indah
Nyatanya tak ada nyali untuk ungkapkan


I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So right, so pure, so strong and crazy for you


Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Berdoa dan beranikan diri
Sebelum semua ini terlambat terjadi

I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So right, so pure, so strong and crazy for you

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasiaku, rahasiaku ooh



Your Choices...

Life is about choices. 
Your life is about you. 
No one knows what is fit for you except yourself. 
People around you can only provide some advice to help you to decide, but still the decisions are in your hand. 
Finally, You have to decide when enough is enough and when you have to jump to another great experience...
And don't forget let God's hands work..

Wednesday, October 31, 2012

Akal & Hati Saling Jatuh Cinta

Duluuuu sekali saya membaca tulisan ini di sini.

Si empunya halaman tersebut mendapatkan tulisan ini dari seorang sahabatnya.  Izinkan saya berbagi dengan Anda, karena menurut saya tulisan ini indah sekali DAN...ehem...sesuai dengan situasi saya saat ini :).

Selamat menikmati....

Akal & hati saling jatuh cinta. Bagi akal, hati mampu mewujudkan keindahan. Adapun hati, ia selalu mencintai akal. Melalui akal ia memperoleh kekuatan, penjagaan dan keagungan. Tapi dalam aplikasinya bagi sebagian besar orang tidaklah sesederhana itu, akal bisa saja membelenggu hati.

Seringkali akal menipu dengan alasan logika dan rasionalitas yang justru akan mengkerdilkan peran hati itu sendiri. Pernahkan kita melakukan sesuatu yg sebenarnya kita sudah tahu itu salah tapi dengan berbagai macam alasan, logika akal kita memberikan suatu instruksi untuk mengikuti pikiran kita dimana itu sebenarnya adalah jebakan.

Manusia adalah makhluk Tuhan yg paling sempurna krn manusia dianugerahkan akal & pikiran namun seringkali karena "anugerah" itulah manusia terjebak ke dalam berbagai kesulitan. Pangkal kerusakan berada dalam pikiran kita!

So ..... menyelaraskan akal & hati adalah lebih penting daripada mengedepankan logika dan rasionalitas, tugaskan akal sebagaimana kodratnya dengan hati sebagai alat kontrolnya."

Oleh karena itu sebaiknya setiap hari slalu berdoa kepada Tuhan, untuk melepaskan segala hal yang membelenggu hati, karena bila hati sudah terbelenggu....tidak dapat bekerjasama dengan akal maka kebahagiaan yang sejati tidak dapat diperoleh..

Selamat menyelaraskan akal dan hati...

Tuesday, September 25, 2012

Saya dan 'Tempat Sampah' Kesayangan saya

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti training yang 30% pesertanya adalah psikolog dan lulusan psikologi.  Menyenangkan sekedar ngobrol dan berdiskusi dengan mereka.  Beberapa hari bersama selama 8 jam sehari membuat kami akrab.  Dihari terakhir tiba-tiba salah seorang dari teman baru saya itu mendekati saya, dia membaca buku notes saya dan berkomentar "Dirimu anak bungsu ya? dan orang yang kalau sudah dekat baru bisa attach banget dan kalau belum dekat maka akan introvert dan jaim"...
Hahaha gotcha Di..pekik saya dalam hati.  Aaarghhh saya di'baca' dari tulisan tangan saya (>.<)...

Tapi kurang lebih benar...

Hanya sedikit orang yang tahu apa yang saya pikirkan. Hanya sedikit orang yang benar-benar attach dengan saya.  Saya harus benar-benar merasa nyaman dan percaya pada orang tersebut sebelum saya bisa 'membuka' diri.  Dan biasanya butuh waktu yang cukup lama.

Saat saya sedih, kesal, dan marah banget, jarang saya bisa langsung ungkapkan.  Biasanya saya endapkan terlebih dahulu, nah kalau sudah 'nyesek' banget barulah saya 'nyampah'. Hiiiks saya agak kurang bisa mencari padanan kata yang lebih beradab dari 'nyampah', karena hakekatnya sama.  Membuang 'sampah' aura negatif supaya setelah itu saya bisa lebih 'bersih'.

Untuk membuang 'sampah' itu, rasanya kita semua pasti membutuhkan 'tempat sampah' untuk membantu menampung sementara 'sampah-sampah' kita. Si 'Tempat Sampah' ini bisa beragam rupa, mulai dari buku harian, berwujud manusia, bahkan bisa jadi hewan peliharaan kesayangan.

Duluuuuuu sekali, jaman abege ;p, 'tempat sampah' saya adalah buku-buku harian saya.  Merekalah yang setia menjadi tempat saya mencurahkan kekonyolan saya karena jatuh cinta, kesedihan saya saat patah hati dan kekesalan saya karena keusilan keluarga saya. Agak dewasaan sedikit, curhatan saya bertransformasi menjadi rangkaian puisi , yang kadang-kadang, hanya saya yang mengerti maksudnya.  Sengaja membuat sedikit lebih 'canggih' supaya keluarga saya (baca: Mama dan Kakak semata wayang saya) tidak mengerti saat usil membacanya ;p.

Itu dulu, kalau sekarang saya punya beberapa 'tempat sampah' kesayangan berwujud my Soulsisters dan my bestie.  Merekalah yang selalu ada saat saya down  dan setia mendengarkan curhatan saya.  Mulai dari masalah kerjaan sampai ide-ide dan sisi 'liar' saya yang kadang sangat 'gelap'.  Merekalah yang saat ini paling tahu 'jeroan' saya. They knew my dark side and they still love me just the way I am.  Thank  you soooo much.  Tentu saja, saya tidak keberatan menyediakan kuping dan menjadi 'tempat sampah' buat mereka juga, kapanpun mereka butuh. Thank you again for put your trust on me. I'll keep it.  You are the best, pals.  Not just in happiness moment, but also and the most important, you always there when I'm down.  Thank you...thank you...thank you...and thank you. *Hugs*

Itu cerita saya tentang 'Tempat Sampah' kesayangan saya.  Kalau kamu bagaimana?

Friday, August 17, 2012

Rumah


Apa arti rumah buat kamu?

Buat saya, rumah adalah tempat dimana hati saya berada. Tempat tinggal saya sekarang hanyalah sekedar tempat saya tinggal dan bernaung tapi hati saya tidak di sana. Walaupun nyaman, tapi tidak ngangenin :-P.


Mungkin kalau dalam bahasa Indonesia, rumah ya rumah. Tapi kalau dalam bahasa Inggris, ada perbedaan yang signifikan dalam memaknai house dan home. House lebih ke wujud fisiknya yaitu sebuah bangunan tempat tinggal, sedangkan home lebih mengarah ke perasaan terikat, kenyamanan, dan kehangatan yang ditimbulkan dari sebuah tempat.

Kira-kira 10 tahun yang lalu saya masih punya 2 rumah yaitu rumah kakek saya dan rumah orang tua saya. Saat kakek saya meninggal, rumah itu terasa hampa.

Perasaan terikat dengan rumah ini yang tampaknya melatarbelakangi fenomena mudik di hari raya seperti Lebaran dan Natal. Keterikatan kita dengan rumah membuat sebagian besar dari kita 'bela-belain' untuk mudik. Berjuang dan mengantri mendapatkan tiket mudik. Menutup mata dengan biaya yang harus dikeluarkan. Bersusah-payah menerjang kemacetan. Dan daya upaya lainnya yang luar biasa menguras kekuatan fisik. Semuanya dilalui dengan suka cita (walaupun sesekali ngedumel). Semuanya terbayar LUNAS saat melihat pintu rumah terbuka lebar dan orang terkasih menyambut dengan kehangatan.
Hmm there's no place like home...

Sahabat...selamat menikmati rumahmu ya...

Monday, July 30, 2012

1st time experiences as a speaker on radio & a presenter (11 Juli 2012)


Saya antara panik dan senang saat di'bujuk' dan di'jerumuskan' oleh Bang David, CorCom Manager di Kantor saya, untuk menjadi salah seorang pembicara untuk acara talkshow di radio Smart FM dan menjadi salah seorang presenter untuk membaca penerima Award di acara Gala Dinner Kantor saya.  My first experience....bikin sakit perut...bikin mimpi buruk...bikin ngigau...yang lebih sopannya lagi, berkat 'kolaborasi' antara Bang David & Jo, mereka sukses 'memaksa' saya untuk pake kebaya ala None Jakarte...untungnya saya punya teman senasib sepenanggungan, presenter lainnya, yang mengeluh "lebih enak ngajar seharian daripada jadi presenter walaupun cuma beberapa menit" ;p....

But anyway...I really enjoy the experiences & ga keberatan untuk di'jerumuskan' lagi...mulai kumat narsis-nya :D...

Thank you Bang David, Jo, my partner presenter and presenter team for great team working and collaboration....



Saturday, July 28, 2012

Penjelajahan di Bekasi (29 Juni - 1 Juli 2012)

Padahaaaaal ada banyak cerita dari terakhir saya menulis diblog ini 24 juni lalu. Tapi entah mengapa saya kok kemarin malaaaaas banget nulis.  Padahal sebelum-sebelumnya menulis adalah salah satu 'terapi' saya untuk mengatasi kebosanan, ke-ababil-an, dan ke-tidak-mood-an saya.  Pagi ini tiba-tiba setelah kesambet mandi pagi-pagi (pssstt jarang banget saya lakukan di weekend ;p), tiba-tiba keinginan menulis saya muncul.
Saya ingin share cerita-cerita saya dalam sebulan terakhir...hahahaha yang eneg ga perlu ngelanjutin baca ya :D

Setelah penjelajahan ke Depok minggu sebelumnya, kini saatnya saya mengeksplor Bekasi, salah satu kota yang jaraaaaang banget saya jelajahi.  Saya sudah lama janji dengan salah seorang soulsisters saya untuk berkunjung dan menginap dirumahnya.  Alhamdulillah di hari Jum'at tanggal 29 Juni, janji saya bisa terpenuhi.  Menggunakan Commuter Line, Jum'at malam saya melaju dari Stasiun Gondangdia ke Stasiun Kranji.  Wuih walaupun sudah malam lumayan rame juga.  Dan yang bikin saya takjub, perjalanan ke Kranji hanya 30 menit saja.  Jam 9 lewat 15 menit malam, saya sudah sampai di Kranji dan dijemput sama Kubil.  Malam itu, acara ngobrol ngalor ngidul dimulai dari perjalanan dari stasiun kranji ke rumah kubil hingga akhirnya kami tertidur jam 1 malam ;p.

Sabtu pagi saya yang terbiasa leyeh-leyeh, bangun dengan chef Kubil sudah beraksi di dapur andalannya menyiapkan sarapan.  Duh my soulsister yang satu ini memang calon istri idaman ...hehehe promosidotcom.  Setelah sarapan dan persiapan, kamipun mulai mengeksplor bekasi. Dimulai dari Pasar Kranji untk nyari kancing (hehehe jangan ditanya kenapa harus nyari kancing jauh-jauh ke kranji :D), trus ke JNE mengirim buku, GrandMal Bekasi..lanjut nyalon untuk potong rambut....trus akhirnya kami memutuskan untuk nonton di Blitzmegaplex sekalian saya ingin bersilaturahmi dengan salah seorang my favorite student, Tosan.  Pilihan film hari itu adalah Brave...Sumpah tuh film sederhana tapi bisa ngakak.  Acara hari itu ditutup dengan nyari lipstick di Metropolitan Mall.


Minggu pagi giliran saya ngerecokin rumah sahabat saya di kantor, Mba' Yana, bersama salah seorang sahabat saya juga, Jo.  Pagi itu saya jemput Jo di stasiun Kranji untuk menuju rumah mba Yana.  Dipesenin supaya jangan sarapan dulu karena si mba' yang satu ini sudah nyiapin spaghetti.  Ih senangnya....eh siangnya dapat semangkok bakso gratis pula...Makasih mba' cantik...qiqiqiqi ...oh iya siangnya bergabung juga salah satu Bekasi-er, Windhu, untuk membantu menggasak spaghetti n bakso ;p

Walaupun lumayan melelahkan karena cuaca Bekasi yang puaaaaanaaaas pooool, tapi perjalanan kali ini menyenangkan....Thank you Kubil, Jo, Mba Yana n Windhu for a nice weekend...

Sunday, June 24, 2012

Perjalanan hari ini...

Beberapa hari yang lalu, secara impulsif saya mengirim sms ke kakak pertama saya di STers, kaIn.
"kaIn, hari minggu ada acara ga? Aku pengen main ke rmh kaIn n ke tkg jait."
KaIn menyambut hangat dengan mereply sms saya:
"belum ada rencana yg fix ded.. jadi bisa kita set yah.. aseeeeekk"
Dan sayapun mengatur segala urusan agar rencana ini bisa terlaksana.  Btw kalau ada yang bingung siapa itu kaIn, ini dia orangnya...
 

Kenapa dipanggil kaIn? hehehe ini 'balas dendam' saya karena dia panggil saya dedi.  Singkatnya di sisterhood kami, orang yang lebih muda memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan kakak. Dan yang lebih tua memanggil yang lebih muda dengan sebutan adek.  Saya dipanggil Dek Di, tapi katanya si kakak satu ini, kurang keren jadilah saya DeDi.  Sebagai 'balesan'nya saya panggil kakak yang satu ini kaIn, nama keren dari saya yang merupakan singkatan dari Kakak Inen :D.

Nah Alhamdulillah rencana ini bisa terlaksana hari ini.  Namun awalnya ada sedikit kendala.  Ini memang kali keduanya saya ke rumah kaIn, tapi karena daerah itu bukan daerah jajahan saya (baca: tempat main), jadi saya agak takut nyasar juga.  Ber-sms kembali dengan kaIn untuk meminta petunjuk ke arah rumahnya.
"Turun di Lenteng Agung..terus nyebrang ke kiri, naik angkot 129...*sensor lanjutannya*"
Hmm mengerutkan kening mencoba membayangkan...masih belum terbayang...tak lama kemudian datang lagi smsnya kaIn.
"naek 112 jurusan rambutan turun di prapatan bilangnya.. setelah kampus gunadarma pertama, bayar 2 rb..abis itu naek ojek ke Jl *sensor lanjutannya*"
Hmm masih bingung, kok jurusan rambutan??  Untuk lebih meyakinkan akhirnya tanya kaTiv, my another siSTer.
"turun stasiun UI...darisitu ga pake nyebrang trus naik angkot yang ke kelapa dua..turun deh diperempatan kelapa dua, naik ojek ke jalan *sensor lanjutannya* byr 6rb hihihi"
Dengan berbekal petunjuk yang lebih jelas dari kaTiv, akhirnya berangkatlah saya pagi-pagi.  Kenapa harus pagi-pagi? karena saya ini seperti es krim yang gampang meleleh kalau kena matahari (pinjam ngelesannya Nina, salah seorang sahabat saya) hehehehe....

Ada untungnya juga berangkat pagi-pagi.  Pertama, dapat Comutter Line masih dalam kondisi sepi jadi bisa leyeh-leyeh.  Kedua, bisa memilih tukang ojek yang paling rapi :D.  Ketiga, menikmati hembusan udara pagi yang masih segar dari atas motor.  Keempat, menikmati pemandangan tentara-tentara yang sedang kerja bakti :D (keterangan: rumah kaIn melewati 2 komplek tentara).  Kelima, mataharinya masih terasa bersahabat.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, sampailah saya di poin dimana biasanya saya akan dijemput.  Tapi karena saya merasa sudah pernah ke rumah kaIn, saya mencoba daya ingat saya.  Melangkah masuk menyusuri jalan setapak. Palingan kalau nyasar ya nyebut nama papi-nya kaIn, beres deh.  DAN ingatan saya ternyata masih cukup tajam.  Sampailah saya di rumah kaIn yang masih sepi.  Hanya adiknya kaIn yang menyambut.
"Inen-nya lagi mandi" Begitu katanya.
Wow saya terharu karena kaIn sampe rela mandi pagi gara-gara saya mau datang. Tapi tak lama kemudian kaIn keluar dengan tampang yang mencurigakan, tapi saya tidak mau berburuk sangka dengan menuduh kaIn belum mandi. Mulailah kami ngobrol ngalor ngidul dimulai dengan ketakjuban kaIn karena saya bisa sampai dirumahnya tanpa dijemput, lalu curhatan saya soal beberapa hal yang menyesakkan hati dalam beberapa waktu terakhir, sampai mulailah kami menggelar kain-kain yang saya bawa untuk dijahit. Kain bergeletakan dan kaIn mulai menggambar sketsa model baju untuk saya.  Selain heboh dengan sketsa, kaIn kemudian mengeluarkan dagangannya yang teranyar, vest berwarna hijau tosca yang diklaim bisa sebagai 10 in 1 vest.  Dan mulailah kaIn memperagakan bagaimana 1 vest bisa menghasilkan 10 gaya.  Saya sampai takjub melihatnya.  Awalnya kehebohan kami hanya ditemani cekikikan dari adiknya kaIn, lalu agak siang bergabung deh kakaknya kaIn, keponakan dan Mami-nya kaIn.

Jam 12 lewat ChibiDhien, my another siSTers, akhirnya sukses menyusul saya ke rumah kaIn dan bergabung dengan kehebohan kami membuat sketsa baju.  Lalu kami berdua disuguhi makan siang, Ayam Kecap Pedas yang disuguhkan khusus diatas piring bergambar bunga matahari...hehehe informasi penting disebutkan.  Setelah kami makan dengan lahap, kaIn kemudian sholat, akhirnya kami pun melaju untuk membuat kehebohan selanjutnya di rumah Penjahit.

Setelah 2 jam berkutat dengan sketsa, menjelaskan fantasi kepada tante penjahit, dan proses ukur mengukur.  Akhirnya kelar juga sekitar jam 4 sore.  Saya sukses menitipkan 5 jahitan dan ChibiDhien 2 jahitan.   Jangan  heran ya kenapa jahitan saya bisa sebanyak itu hehehe.

Ah saya sungguh senang hari ini...cape' juga sih karena cuaca hari ini puanas sekali seperti menguras energi, tapi saya senang.

Terima kasih kaIn untuk penyambutannya, untuk pinjaman kuping-nya, untuk sharing-nya, untuk sketsa-nya, untuk ketawa-ketawa-nya, untuk beruang kutub tengkurep-nya dan untuk hari yang menyenangkan ini :D...

See you when I see you...

Tuesday, June 12, 2012

My Patronus

Beberapa waktu yang lalu adalah masa-masa yang lumayan berat untuk saya. Rasanya saya tidak perlu saya ceritakan disini karena memang sebagian besar cerita tidak bisa saya share sembarangan.

Hari sabtu lalu saya bertemu dengan salah seorang sahabat saya, Koebil. Walaupun dalam beberapa waktu saya sudah sempat cerita via sms, telepon, ataupun bbm, tetap saja sensasinya akan berbeda jika bercerita secara face to face. Dan saya memang tipe orang yang lebih suka curhat secara face to face.  Nah diantara curhatan kami, saya sempat tanya kenapa dia memasang status "Expecto Patronum!".

Untuk fans-nya Harry Potter, mantra ini mungkin tidak asing lagi.  Tapi untuk yang bukan fans-nya Harry Potter, Expecto Patronum adalah mantra untuk penangkal bahkan mengusir Dementor, si pengisap kebahagiaan dan jiwa.  Jadi saat Dementor bersiap mengisap kebahagiaan dan jiwa kita, kita perlu membuat perisai yang disebut Patronus.  Si mantra Expecto Patronum digunakan untuk menciptakan' Patronus.  Patronus sendiri disini adalah kekuatan positif seperti rasa senang dan harapan, yang akan terbentuk jika kita memikirkan hal-hal yang membahagiakan/menyenangkan.

Nah karena saya memang lagi lumayan down, sahabat saya ini menghibur saya "Temukan Patronus lu dan gunakan... Jangan biarkan 'Dementor' dalam bentuk apapun itu 'menggerogoti' jiwa dan kebahagiaan lu".  Well Bil, I really thought about it.  After going through the deep thinking process, I finally found my Patronus. Here are some of them...

1. My Beloved Family

2. My Soulsisters

3. My STers

4. The Piranhas & Best Friends @Office
5. d'Ciks

6. My 'A few Good Men'
Hehehe yang ini tak bergambar ya karena takut menimbulkan 'huru-hara'...mengingat senang sedih bersama my 'a few good men' sudah mampu membuat saya nyengir :D...

For my Patronus...thank you for making my life brighter....:D

Friday, June 8, 2012

Efek Samping

Beberapa efek samping saat saya melapar, bad mood, atau pusing dengan kerjaan...

Efek Samping Melapar (+mengantuk) #1
Suatu siang di Rumah Makan...
Waitress : "Mau mesen apa mba?"
Saya        : "Mie goreng Aceh"
Waitress : "Minumnya?"
Saya        : "Teh manis ngga pake manis ya"
Waitress : *bengong*
Setelah beberapa saat sama-sama diam, saya tersadar *tepok jidad*
Saya        : "hehehe maksudnya ngga pake es" *sambil cengengesan*

Efek Samping Bad Mood #1
Jika dikantor....
Ambil earphone - pasang di laptop - cari playlist Linkin' Park, Muse, Fort Minor, Green Day, Bon Jovi, Paramore - klik 'play' - volume setting 70% - tidak peduli lingkungan >:)

Efek Samping Bad Mood #2
Jika dirumah...
Pasang di MP3 Player masih playlist yang sama: Linkin' Park, Muse, Fort Minor, Green Day, Bon Jovi, Paramore - klik 'play' -  volume setting 90% - kadang-kadang sambil 'latihan' vokal dan bahasa Inggris >:)...maaf ya tetangga2ku...

Efek Samping Pusing Dengan Kerjaan #1
Looking for some new distractions...such as disturb people around me >:)...

* ngecap-ngecapin stamp kantor ke tangan-tangan orang....sama seperti kalau mau masuk dufan...hehehe....






 *taking some random candid photo








*kidnapping and 'torturing' my teams's pet dolls




Sunday, May 27, 2012

Kemudahan yang tidak 'mudah'

Hari Jum'at 25 Mei 2012 ba'da magrib atau sudah masuk 5 Rajab 1433 H, keluarga besar saya berduka.  Kakak laki-laki papa saya a.k.a Pak Tuo saya meninggal dunia.  Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Pak tuo saya ini adalah satu-satunya pak tuo dari keluarga inti yang saya kenal.  Papa dan mama saya datang dari keluarga besar, hanya karena mama saya anak sulung jadi saya tidak punya pak Tuo dari pihak mama.  Nah karena papa saya anak bungsu dari 14 bersaudara (hehehe keluarga besaaar sekali), saya seharusnya punya banyak pak tuo dan mak tuo.  Hanya sebagian besar dari mereka sudah almarhum di saat saya masih lucu-lucunya (baca: masih balita) sehingga saya tidak sempat mengenal mereka. Pak tuo ini lah yang saya kenal.  Oleh karena itu, kepergian beliau yang begitu mendadak begitu mengejutkan saya dan semua orang.  

Ya begitu mengejutkan dan membuat kami sedih.  Namun bukan itu yang membuat kami menangis terharu.  Kepergian beliau yang tidak menyakitkan dan tidak menyusahkanlah yang membuat kami terharu.

Tidak menyakitkan
Kita yang masih hidup tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya sakaratul maut.  Hanya saja gambaran menyakitkannya sakaratul maut pernah saya baca dibeberapa kisah dalam kitab saya, Al-Qur'an, dan pernah juga saya saksikan beberapa kali.  Kepergian pak Tuo saya ini, oleh beberapa kerabat disebutkan sebagai proses yang tidak menyakitkan (Hanya Tuhan yang tahu kebenarannya).  Beliau Jum'at sore itu sedang mengantri di Dokter untuk MedCheck.  Masih sempat mengobrol dengan beberapa pasien di ruang tunggu.  Kemudian beliau tiba-tiba merasa mengantuk dan berpesan kepada cucunya yang mengantar jika beliau ingin tidur sebentar dan minta dibangunkan jika nomor antriannya dipanggil.  Beliau meninggal dalam tidur dan sangat tenang sekali.

Tidak menyusahkan
Walaupun dalam setiap prosesi pemakaman pastilah terjadi kesibukan, saya yakin sebagian besar orang-orang yang membantu pastilah ikhlas dan tidak merasa disusahkan.  Nah yang saya maksud disini adalah prosesi pemakaman pak tuo saya ini memang tetap sibuk, namun sebagian besar urusan sudah diurus oleh pak Tuo saya.  Kok bisa? Itu lah yang membuat keluarga besar kami terharu.  Beliau ternyata sudah jauh-jauh hari memesan kapling makam dan 'menabung' di paguyuban perumahan untuk prosesi pemakaman (kain kafan, keranda, dll).  Dan jam-jam terakhir kehidupan, beliau bersih-bersih dan merapihkan rumah.  Sehingga saat jenazah beliau sampai dirumah, keluarga tidak lagi disibukkan membersihkan rumah.  Benar-benar tidak mernyusahkan orang-orang yang ditinggalkan, apalagi mak tuo saya memang lagi sakit.

Duh saya benar-benar speechless kemarin saat mendengar kisah ini.  Subhanallah keindahan dan kemudahan yang Allah persiapkan diakhir kehidupan beliau.  Tidak semua hamba-Nya akan mendapatkan privilege seperti ini. Kemudahan yang tidak 'mudah'.

Ada satu hutang janji beliau pada saya yang saya masih ingat.  Janji itu dibuat beliau saat saya masih umur sekitar 5 tahun.  Karena waktu itu saya nangis meraung-raung sampai mama dan papa saya give up (saya lupa saya nangis karena apa), beliau menenangkan saya dengan menjanjikan akan memberikan saya seekor monyet kecil dan saya pun berhenti menangis.  Waktu saya kecil setiap kali ketemu beliau pasti saya tagih, tapi beliau ngeles dan saya akhirnya berhenti menagih.  Pak tuo, saya sudah ikhlaskan janji itu jadi beristirahatlah dengan tenang.  

Selamat jalan Pak tuo :'(